Perawatan dan Perbaikan Sistem Rem Pertemuan Ke-8 - Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor Kelas XII SMK

d. Pemeriksaan Keausan Brake Pad

1) Keausan Brake Pad oleh indikator batas keausan (Wear indikator Line) pada brake pad.

Gambar 2.18 Indikator Batas Keausan Brake pad Ditunjukkan Huruf (a)

2) Permukaan gesek brake pad yang kotor karena debu atau terlihat mengkilap dapat dipergunakan kembali setelah diampelas. Jangan menggunakan tekanan udara ataupun sikat kering untuk membersihkan rem karena debu rem mengandung partikel-partikel yang berbahaya bagi kesehatan.

3) Brake pad wajib diganti apabila :


a) Ketebalan kurang dari batas servis yang diizinkan.

b) Permukaan gesek brake pad terkena gemuk atau oli pelumas.

e. Melakukan Air bleeding Setelah Melakukan Pembongkaran Sistem Hidrolik Rem

Udara yang terkurung pada saluran minyak rem dapat menjadi penghalang yang menyerap sebagian besar tekanan yangberasal dari master cylinder dan dapat mengganggu kemampuan pengereman dari disc brake. Keberadaan udara ditandai dengan "kekosongan" pada saat menarik tuas rem dan melemahnya daya pengereman. Udara yang terkurung tersebut dapat membahayakan mesin maupun pengendara. Oleh sebab itu, udara pada saluran minyak rem harus dikeluarkan setelah pemasangan kembali sistem pengereman. Caranya dijabarkan sebagai berikut.

1) Tekan brake lever kemudian buka bleed valve ¼ putaran sampai minyak rem keluar. Selanjutnya, tutup lagi bleed valve tersebut.

Catatan :

» Jangan melepas brake lever atau pedal sampai bleed valve ditutup.

» Pastikan jumlah minyak rem pada reservoir di atas batas minimum agar tidak ada udara masuk melalui reservoir sewaktu memompa.

2) Lepaskan brake lever secara perlahan-lahan dan tunggu beberapa detik.

3) Ulangi langkah di atas beberapa kali sampai minyak yang terpompa keluar tidak mengandung gelembung udara.

4) Kencangkan bleed valve dan pastikan bahwa minyak rem di dalam reservoir master cylinder cukup. Pasang kembali tutup master cylinder.

f. Penggantian Minyak Rem

Cara penggantian minyak rem dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:

1) Penggantian Minyak Rem dengan Brake Bleeder
a) Hubungkan alat brake bleeder ke katup pembuangan.

b) Pompalah handel alat brake bleeder 3 - 4 kali dan longgarkan katup pembuangan lalu kencangkan kembali.

c) Tambahkan minyak rem ketika tinggi permukaan minyak rem di dalam silinder utama turun

d) Ulangi prosedur di atas sampai tidak ada lagi gelembung-gelembung udara di dalam slang plastik.

Gambar 2.19 Pengganti Minyak Rem dengan Brake Bleeder

Perhatian!

» Periksa tinggi permukaan minyak rem pada saat membuang udara palsu untuk mencegahagar udara tidak dipompa masuk ke dalam sistem.

» Jangan mencampur berbagai macam merek minyak rem karena tidak cocok satu sama lainnya.

2) Penggantian Minyak Rem Tanpa Brake Bleeder

a) Buka tutup master cylinder dan diafragma.

b) Isi minyak rem sampai batas upper.

c) Hubungkan pipa pada katup pembuangan.

d) Pompa handel rem sampai terasa keras. Buka katup pembuangan sambil menahan handel rem agar minyak rem keluar bersama gelembunggelembung udara dan tutuplah katup kembali.

e) Ulangi langkah di atas sampai tidak ada lagi gelembung-gelembung udara yang muncul pada slang pembuangan.

Gambar 2.20 Penggantian Minyak Rem Tanpa Brake Bleeder

Catatan

Saat pembuangan udara dari sistem pengereman dilakukan, isi terus minyak rem pada tabung reservoir begitu diperlukan. Jaga agar minyak rem tetap ada pada reservoir. Hati-hati dengan minyak rem, cairan ini bereaksi kimia terhadap cat, plastik, dan karet.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mekanisme Rem Pertemuan Ke-1 - Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor XII SMK

PERBAIKAN RODA Pertemuan Ke-11 - Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor XII SMK