PERBAIKAN RODA Pertemuan Ke-11 - Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor XII SMK

BAB 4
PERBAIKAN RODA

A. Pengertian Pelek

Pelek berfungsi untuk memasangkan ban pada roda, sedangkan jari-jari roda berfungsi sebagai penghubung antara teromol roda dengan pelek (untuk pelek tipe standar/ menggunakan jari-jari). Jari-jari roda juga berfungsi sebagai penopang berat sepeda motor, penerus tenaga yang dibebankan melalui roda, sekaligus sebagai penyerap getaran/ goncangan dari keadaan permukaan jalan.

B. Design Roda/Pelek

Design roda/pelek tergantung dari tipe struktur, material dan metode pembuatan roda dari pabrik yaitu:

a. Tipe roda jari-jari (wire spoke wheel)

          Gambar Pelek Tipe Jari-jari
(Sumber: Modul PKG PPPPTK-VEDC)

Tipe ini paling banyak digunakan pada sepeda motor. Di mana pelek (rim) terbuat dari lembaran-lembaran baja atau aluminium alloy yang melingkar dan hub/tromol terpasang kaku oleh jari-jari.

b. Tipe roda dari composit (composite wheel)

Gambar pelek tipe komposit tutiey didsq lisb
(Sumber: Modul PKG PPPPTK-VEDC)

Tipe ini paling banyak digunakan pada sepeda motor dengan roda kecil (tipe keluarga atau rekreasi). Rodanya/pelek dibuat dengan menyatukan rimdan hub dengan menggunakan baut dan mur.

c. Tipe roda dari paduan tuang (cast alloy wheel)

Gambar Pelek Rem Tipe Komposit
(Sumber:Modul PKG PPPPTK-VEDC)

Roda dan jari-jari menjadi satu disebut tipe "Light alloy disc wheel". Rigiditas dan kekuatannya sama dengan sebelumnya, tidak diperlukan penyetelan untuk balancing roda (beda dengan jari-jari yang perlu disetel untuk balancingnya). Design-nya sangat trendy biasanya digunakan motor besar, dan motor-motor sport. Pemakaian pelek yang tidak sempurna akan mengakibatkan:

a) Posisi kedudukan bead kurang sempurna (tidak melekat dengan baik). Akibatnya, ketika menikung ban mungkin lepas dari pelek.

b) Tidak dapat menjaga tekanan angin ban tubeless dengan sempurna.
c) Ban dalam mungkin koyak karena terjepit bead pada pelek yang lebih sempit.

d) Pada pelek yang lebih lebar, dinding samping ban terlalu tegang (tidak lentur), sehingga pengendaraan menjadi keras.

Gambar pemasangan pelek sepeda motor

(Sumber: Modul Chassis Teknologi Sepeda Motor)

Penggunaan ban dan pelek yang sesuai:

1) Gunakan pelek ukuran standar, sesuai dengan ukuran ban.

2) Gunakan pelek tubeless untuk ban tubeless.

3) Mengemudi dengan cara yang wajar.


C. Pengertian Ban

Ban adalah satu-satunya bagian kendaraan yang berhubungan permukaan jalan. Ban tidak dapat berdiri sendiri pada kendaraan, akan tetapi harus dipasang pada pelek supaya dapat dipergunakan.

Ban mempunyai fungsi sebagai berikut:

1. Menahan seluruh berat kendaraan.

2. Karena berhubungan dengan permukaan jalan, maka ban akan memindahkan gaya gerak dan gaya pengereman kendaraan ke jalan, dan juga mengontrol start, akselerasi, deselerasi, pengereman dan berbelok.

3. Mengurangi kejutan yang disebabkan oleh permukaan jalan yang tidak beraturan.

D. Konstruksi Ban

Gambar Konstruksi Ban
(Sumber : Modul Chasis Teknologi Sepeda Motor)
1. Carcass (Cassing)

Carcass merupakan rangka ban yang keras, cukup kuat untuk menahan udara yang bertekanan tinggi, tetapi harus cukup fleksibel untuk meredam perubahan beban dan benturan. Carcass terdiri dari ply (layer) dari tire cord (lembaran anyaman paralel dari bahan yang kuat) yang direkatkan menjadi satu dengan karet. Cord pada ban sepeda motor biasanya terbuat dari polyester atau nylon.

2. Tread

Tread adalah lapisan karet luar yang melindungi carcass terhadap keausan dan kerusakan yang disebabkan oleh permukaan jalan. Ini adalah bagian yang langsung berhubungan dengan permukaan jalan dan menghasilkan tahanan gesek yang memindahkan gaya gerak dan gaya pengereman kendaraan ke permukaan jalan.

Pola tread terdiri dari alur yang terdapat pada permukaan tread, dan dirancang untuk memperbaiki kemampuan ban dalam memindahkan gaya ke permukaan jalan. Pola dasar tread pada sepeda motor:

a) Pola Rib

Rib berbentuk beberapa alur zig-zag paralel yang mengelilingi ban. Pola ini sangat cocok untuk berjalan di jalan dengan permukaan yang rata pada kecepatan tinggi (highway) bagi berbagai jenis mobil, mulai mobil penumpang kecil seperti bus dan truck.

Jalur-jalurnya relatif sempit dengan corak yang sesuai dan tepar untuk melayani pengendalian sepeda motor secara aman. Pola tread ini disebut pola rib (rib pattern), biasa digunakan pada ban depan sepeda motor.

Karakteristik
Pola Rib mempunyai tahanan gelinding (rolling resistance) yang kecil bagi ban, side-slipping resistance lebih besar sehingga kendaraan lebih mudah dikendalikan, suara yang ditimbulkan oleh ban kecil, tetapi tenaga tariknya kurang baik bila dibandingkan dengan ban yang menggunakan pola Lug.

b) Pola Lug

Alur pola Lug adalah tegak lurus terhadap garis keliling ban. Pola ini banyak dipakai pada kendaraan - kendaraan konstruksi dan truck, dan pola tread ini cocok untuk berjalan pada jalan yang tidak rata dan lunak (jalan tanah).

Karakteristik
Pola Lug mempunyai tenaga tarik yang baik, tahanan gelinding (rolling resistance) ban cukup tinggi, tahanan terhadap side-slipping lebih kecil, tread pada daerah Lug lebih mudah aus tidak merata, dan suara ban lebih besar.

c) Pola Rib dan Lug

Pola ini adalah gabungan dari Rib dan Lug dengan tujuan untuk memperbaiki kestabilan pengemudian, dan banyak dipakai pada ban-ban bus dan truck, dan cocok dijalankan pada jalan yang rata maupun tidak rata (jalan berpasir dan berbatu).

Karakteristik
Pola Rib yang melingkar pada keliling ban menstabilkan kendaraan dengan mengurangi kemungkinan side slipping, sedangkan pola Lug pada tepi ban memperbaiki kemampuan pengendaraan dan pengereman. Bagian lug pada pola ini akan lebih cepat aus tidak merata.

d) Pola Block

Pada pola ini, tread terbentuk dari Block yang berdiri sendiri (bebas). Pola ini banyak digunakan pada ban-ban salju, dan sekarang pola Block mulai digunakan pada ban radial-ply untuk mobil-mobil penumpang.

Jalur-jalurnya dibuat ketat terhadap permukaan jalan. Pola block (block pattern) mampu memaksimalkan efisiensi penyaluran tenaga mesin ke permukaan jalan, oleh karena itu pola ini cocok digunakan pada ban belakang sepeda motor.

Karakteristik
Pola Block mempunyai kemampuan pengendaraan dan pengereman yang lebih baik, mengurangi slipping dan skidding pada jalan yang tertutup lumpur atau bersalju, cenderung lebih cepat aus jika dibanding dengan pola Rib dan Lug, rolling resistance sedikit lebih besar, dan tread lebih mudah aus tidak beraturan, terutama pada permukaan jalan yang keras.
.                             Rib

.                            Lug


.                      Rib dan Lug

.                          Block

Gambar Pola Rib, lug, Rib & Lug, dan Block

(Sumber: Modul Chassis Teknologi Sepeda Motor)

3. Sidewall

Sidewall adalah lapisan karet yang menutup bagian samping ban dan melindungi carcass terhadap kerusakan dari luar. Sebagai bagian ban yang paling besar dan paling fleksibel, sidewall secara terus-menerus melentur di bawah beban yang dipikulnya selama berjalan. Pada sidewall tercantum nama pabrik pembuat, ukuran ban, dan informasi lainnya.

4. Bead

Untuk mencegah robeknya ban dari rim oleh karena berbagai gaya yang bekerja, sisi bebas atau bagian samping ply dikelilingi oleh kawat baja yang disebut kawat bead. Udara bertekanan di dalam ban mendorong bead keluar pada rim dan tertahan kuat di sana. Bead dilindungi dari kerusakan karena gesekan dengan pelek dengan jalan memberinya lapisan karet keras yang disebut chafer strip. Konstruksi bead secara lebih rinci dapat dilihat pada gambar berikut ini.



Gambar Konstruksi Bead

(Sumber: Modul Chassis Teknologi Sepeda Motor) Keterangan gambar:

Flipper : Pembungkus bead wire yang memiliki bentuk sedemikian rupa sehingga cocok dengan bentuk ban pada bead (Memakai karet pengisi bead yang berbentuk segitiga).

Bead Toe : Bagian bead sebelah dalam.

Bead Heel : Bagian bead yang kontak dengan pelek pada flens.

Bead Base : Bagian bead yang datar, yang berada di antara bead toe dan bead heel.

Chafer : Lapisan terluar yang membungkus bead untuk mencegah kerusakan karena gesekan dengan pelek.

Bead Wire : Kawat baja yang mengandung kadar karbon tinggi menjamin pemasangan ban ke pelek.

E. Klasifikasi Ban

1. Klasifikasi ban menurut cara penyusunan ply-cord

a) Ban Bias
Ban ini dibuat dengan lapisan benang/serat arah miring membentuk sudut 30° – 40° terhadap garis tengah ban. Memiliki tapak (tread) dengan daya serap benturan yang baik sehingga memberikan kenyamanan berkendaraan. Adapun ketahanan terhadap keausan dan guncangan (rol) tidak sebaik ban radial.

2) Ban Radial
Lapisan serat ban ini tegak lurus dengan garis tengah ban, ditambah lapisan sabuk/belt (rigid breaker) searah lingkar ban yang terbuat dari benang tekstil kuat atau kawat yang dibalut karet untuk membuat tread lebih rigid.



Perbedaan Ban Bias dan Ban Radial

Ban Bias :

Dinding samping tebal (kaku) dibandingkan dengan ban radial.
Telapak kurang kaku dibandingkan dengan ban radial.
Dinding samping tebal akan mengurangi kelenturan, setiap gerakan akan mempengaruhi penampang telapak ban.
Pada saat menikung, sebagian telapak terangkat, sehingga mengurangi kekuatan kontak telapak dengan permukaan jalan.


Ban Radial :

Dinding samping ban tidak tebal (lentur).
Telapak ban lebih kaku.
Waktu kendaraan menikung, gaya yang menyamping diserap oleh dinding ban yang lentur sehingga tidak mempengaruhi kedudukan telapak ban dengan permukaan jalan.

2. Klasifikasi ban menurut caranya menyimpan udara: ban dengan ban dalam (Tube Type) dan ban tanpa ban dalam (Tubeless).

a) Ban dengan Ban Dalam (Tube Type)

Di dalamnya terdapat ban dalam untuk menampung udara yang dipompakan ke dalam ban. Katup atau pentil (air valve) yang menonjol keluar melalui lubang pelek menjadi satu dengan ban dalam (diistilahkan sebagai tube valve).

b) Ban Tubeless

Ban Tubeless tidak menggunakan ban dalam. Tekanan udara hanya ditahan oleh lapisan dalam ban, yaitu lapisan karet yang kedap udara. Karena ban tubeless tidak menggunakan ban dalam, maka pentil (air valve) langsung dipasang pada pelek (diistilahkan sebagai rim valve).




Gambar Jenis Ban

(Sumber: Modul Chassis Teknologi Sepeda Motor)

Ban tubeless mempunyai tanda "TUBELESS" pada sisi samping ban (lihat gambar di bawah). Pelek ban tubeless mempunyai tanda "TUBELESS TYRE APPLICABLE". Tiap katup pelek (rim valve) mempunyai tanda (snap-in valve: TR412 atau TR413). Konstruksi katup, ban dan pelek tubeless berbeda dengan tube type. Penggantian rim valve dilakukan jika berlobang atau dindingnya rusak.

Keuntungan Ban Tubeless:

(1) Bila ban tertusuk paku atau benda tajam lainnya, ban tidak menjadi kempes sekaligus karena lapisan dalamnya menghasilkan efek merapatkan sendiri. Sekalipun tertusuknya pada saat kendaraan berjalan, biasanya tekanan udaranya tidak turun tiba-tiba sehingga pengemudi tidak kehilangan kontrol kendaraan.


Gambar perbedaan ban tubeless dan ban dalam

(Sumber: Modul Chassis Teknologi Sepeda Motor)

(2) Karena udara dalam ban berhubungan langsung dengan rim, transfer radiasi panas akan lebih baik, juga dengan dihilangkannya ban dalam, ban menjadi lebih ringan.

F. Kode Ban

Kode ban sepeda motor dituliskan pada bagian sidewall dengan huruf dan angka. Berikut ini merupakan contoh penulisan kode ban dan cara pembacaannya.

Gambar Contoh Kode Ban

G. Penyimpanan Ban

a. Ban yang belum digunakan harus dilakukan secara tegak dengan memberikan penahan (spacer) berupa kertas/karet di bagian beads. Penyimpanan ban tanpa memberikan penahan pada beads akan menyebabkan jarak beads lebih kecil daripada lebar pelek, sehingga pemasangan ban menjadi lebih sulit.

b. Apabila menyimpan roda/ban yang akan dipakai lagi, isilah ban dengan tekanan udara sampai 1/2 tekanan yang diizinkan. Pastikan katup terpasang dengan baik.

c. Jangan menyimpan ban/rim pada daerah-daerah berikut ini:

1) Pada tempat-tempat terjadinya ozon (dekat motor, battery charger)

2) Daerah panas (dekat heater, steam pipe)

3) Di mana oli/gemuk disimpan

4) Terkena sinar matahari langsung

5) Daerah yang lembab

H. Kerusakan Ban

a) Keausan ban onsuns

Keausan ban dapat dilihat dengan melihat indikator keausan ban pada tread. Apabila keausan tread mencapai indikator, hal ini menunjukkan batas keausan ban dan saatnya ban harus diganti.

b) Kerusakan luar ban

Kerusakan luar dari ban merupakan kerusakan yang dapat diamati secara visual.

1) Rib Tear

Ada bagian alur rib yang robek dan terlepas dari telapak ban. Rib tear disebabkan posisi telapak ban tidak menapak ke permukaan jalan dengan sempurna, sehingga konsentrasi berat hanya bertumpu pada sebagian kecil telapak. Karena beban tidak sesuai dengan kekuatan bagian ban yang memikul,

2) Separation

Pada bagian luar ban terjadi benjolan (bagian yang menggelembung) terutama pada shoulder, atau pada sidewall. Ini disebabkan terlepasnya ikatan ply-cord dari karet ban yang disebabkan beban berat, tekanan angin kurang dan kecepatan tinggi.

3) C.B.U

Terputusnya ply-cord pada sidewall, kerusakan dapat dilihat dari sisi dalam ban. Penyebab kerusakan ini adalah tekanan ban sangat kurang, sehingga terjadi defleksi (pergerakan) yang besar pada sidewall. Gaya regang tarik yang berulang-ulang menyebabkan ply-cord putus.

Gambar Rib Tear, Separation, dan CBU

I. Diagnosa Roda dan Pelek

1. Tipe Jari-jari
2. Tipe komposit danpaduantuang

Untuk kedua tipe pelek ini apabila ada kerusakan oleh pihak pabrikan tidak disarankan untuk diperbaiki karena hanya sekali pakai saja karena masa pakai kedua tipe pelek ini lebih lama daripada masa pakai pelek tipe jari-jari.

J. Perbaikan Roda dan Pelek

1. Tipe Jari-jari

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1) Topang sepedamotor dengan aman menggunakan dongkrak atau alat penopang lain. Lepaskan axle nut (mur poros). Lepaskan axle (poros) dan front wheel (roda depan).

2) Lepaskan side collars (collar samping).

3) Lakukan pemeriksaan Axle (poros) dengan cara meletakkan poros pada blok-V dan ukur keolengan. Keolengan sebenarnya adalah ½ dari pembacaan total indikator.

BATAS SERVIS: 0,2 mm (Ganti poros jika sudah di luar batas servis).

4) Putar lingkaran dalam masing-masing bantalan dengan jari-jari. Bantalan harus berputar dengan halus dan tanpa suara. Juga periksa bahwa lingkaran luar bantalan duduk dengan erat pada hub (pusat roda).
Lepaskan dan buanglah bantalan jika tidak dapat berputar dengan halus, tanpa suara, atau jika duduk dengan longgar pada hub. Isilah bantalan baru dengan gemuk dan pasang pada hub menggunakan special tools.

5) Periksa keolengan pelek dengan menempatkan roda pada sebuah pegangan untuk memutarkan roda. Putar roda dengan tangan, dan bacalah keolengan menggunakan dial indicator. Keolengan sebenarnya adalah 1/2 pembacaan total indikator.

BATAS SERVIS:

Radial: 2,0 mm

Aksial: 2,0 mm

6) Lepaskan dust seal (sil debu) dari right wheel hub. (Bagian kanan pusat roda).

7) SS Lepaskan dust seals dari sisi kiri dan kanan dari front wheel (roda depan).

8) Lepaskan baut-baut front brake disk (cakram rem depan) dan brake disk.

9) Pasang alat perkakas bearing remover head pada bearing (bantalan). Dari sisi berlawanan pasang alat perkakas bearing remover shaft dan dorong bearing (bantalan) keluar dari wheel hub (pusat roda). Lepaskan distance collar dan dorong keluar bantalan yang satunya lagi.

10) Rakit Kembali roda depan dengan urutan seperti pada gambar dibawah ini

11) Isi semua rongga bantalan dengan gemuk. Dorong masuk bantalan kiri baru dengan tegak lurus dengan sisinya yang tertutup menghadap ke luar.

PERHATIAN:

Jangan sekali-kali memasang kembali bantalan lama, sekali telah dikeluarkan, bantalan harus diganti dengan yang baru.

12) Pasang distance collar, kemudian dorong masuk bantalan sisi kanan dengan sisi yang tertutup menghadap keluar.

13) Letakkan pelek pada meja kerja. Letakkan hub (bagian pusat roda) dengan sisi kiri ke bawah dan mulailah dengan menganyam jari-jari baru. Atur letak hub sedemikian sehingga jarak dari permukaan bagian sisi kiri hub sampai sisi pelek adalah 13,8 ± 1 mm atau 19,5 ± 1 mm seperti diperlihatkan.

14) Oleskan cairan pengunci pada ulir baut front disk (cakram rem depan).

Pasang dan kencangkan baut-baut brake disk dengan torsi yang ditentukan. Kencangkan baut-baut dalam pola bersilangan dalam 2 atau 3 langkah.

15) Keseimbangan roda secara langsung mempengaruhi stabilitas, pengendalian dan keamanan menyeluruh dari sepeda motor. Selalu periksa keseimbangan roda jika ban telah dilepaskan dari pelek.

CATATAN:

Untuk keseimbangan maksimum, tanda keseimbangan ban (sebuah titik besar yang dicat pada bagian samping ban) harus ditempatkan bersebelahan dengan valve stem (tangkai ventil). Pasang kembali ban jika perlu.

16) Perhatikan tanda arah perputaran pada ban. Pastikan tanda putar roda sesuai dengan arah berjalannya sepeda motor.

17) Lepaskan dust seals (sil debu) dari roda. Pasang roda, ban dan susunan brake disc pada sebuah pegangan pemeriksaan pemutaran roda. Putar roda, biarkan sampai berhenti, dan tandai titik terendah (terberat) dari roda dengan kapur. Lakukan ini dua atau tiga kali untuk memastikan daerah yang terberat. Jika roda dalam keseimbangan sempurna, ia tidak akan berhenti terus-menerus pada posisi yang sama.

18) Untuk membalans roda, pasang wheel weights (bandul roda) pada tempat tertinggi dari pelek, tempat yang berhadapan dengan tanda kapur. Tambahkan cukup banyak weight (bandul) sehingga roda tidak akan lagi berhenti pada posisi yang sama setelah ia diputar. Jangan tambahkan lebih dari 60 g pada roda.

19) Oleskan gemuk pada bibir dust seal (sil debu) dan pasang pada right wheel hub (sebelah kanan pusat roda).

20) Pasang side collar pada right wheel hub

21) Pasang brake panel assembly (susunan panel rem) pada left wheel hub (bagian kiri pusat roda untuk tromol).

22) Oleskan gemuk pada bibir dust seal baru. Pasang dust seals pada sisi kanan dan kiri dari wheel hub.

23) Pasang side collar pada sisi kanan dan kiri dari wheel hub.

24) Pasang roda depan kembali ke posisi semula.

25) Lakukan pula hal yang sama pada roda belakang baik untuk tromol dan cakram

2. Tipe komposit

Diganti (tidak dapat diperbaiki)

3. Tipe paduan tuang

Diganti (tidak dapat diperbaiki)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mekanisme Rem Pertemuan Ke-1 - Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor XII SMK

Perawatan dan Perbaikan Sistem Rem Pertemuan Ke-8 - Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor Kelas XII SMK