Mekanisme Rem Pertemuan Ke-1 - Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor XII SMK
>>>> Pertemuan Ke-1
BAB 1
MEKANISME REM
APERSPESI
Suatu kendaraan memerlukan suatu mekanisme yang dapat mengatur atau menghentikan kendaraan. Mekanisme ini sangat penting sehingga pengemudi dapat mengontrol laju kendaraan sesuai dengan kondisi. Mekanisme yang cocok untuk fungsi tersebut adalah mekanisme rem. Rem berfungsi mengurangi kecepatan kendaraan atau menghentikan laju kendaraan, yaitu melalui gesekan antara komponen rem dengan roda yang berputar.
Gesekan (friction) merupakan faktor utama dalam pengereman. Oleh karena itu, komponen yang dibuat untuk sistem rem harus mempunyai sifat bahan yang tidak hanya menghasilkan jumlah gesekan yang besar, tetapi juga harus tahan terhadap gesekan dan tidak menghasilkan panas yang dapat menyebabkan bahan tersebut meleleh atau berubah bentuk. Bahan-bahan yang tahan terhadap gesekan tersebut biasanya terbuat dari gabungan beberapa bahan yang disatukan dengan perlakuan tertentu. Beberapa bahan tersebut, antara lain tembaga, kuningan, timah, grafit, karbon, kevlar, resin (damar). Fiber, dan bahan-bahan tambahan lainnya.
Terdapat dua tipe mekanisme rem yang digunakan pada sepeda motor, yaitu rem tromol (drum brake) dan rem cakram/piringan (disc brake). Cara pengoperasian sistem rem juga terbagi menjadi dua, yaitu secara mekanik dengan memakai kabel baja dan secara hidrolik dengan menggunakan fluida (cairan). Pada umumnya, pengoperasian sistem rem tipe tromol dilakukan secara mekanik, sedangkan tipe cakram secara hidrolik.
A. Rem Cakram
1. Pengertian Rem Cakram
Rem cakram merupakan perangkat pengereman yang digunakan pada kendaraan modern. Rem ini bekerja dengan menjepit cakram yang biasanya dipasangkan pada roda kendaraan. Cakram dijepit dengan caliper yang digerakkan oleh piston untuk mendorong sepatu rem (brake pads) ke cakram. Rem jenis ini juga digunakan pada kereta api, mobil, sepeda motor, dan sepeda, Pada mobil balap, bahan yang digunakan biasanya terbuat dari keramik agar lebih tahan terhadap panas yang ditimbulkan selama proses pengereman.
2. Jenis Rem Cakram
Rem cakram dibedakan menjadi dua tipe menurut mekanisme penggerakannya, yaitu rem cakram mekanis dan rem cakram hidrolis. Tipe rem yang umumnya digunakan adalah rem cakram hidrolis. Pada rem cakram tipe hidrolis, minyak rem digunakan sebagai pemindah gerak handel menjadi gerak pad. Ketika handel rem ditarik, piston di dalam silinder master akan terdorong dan menekan minyak rem keluar silinder.
Tekanan ini diteruskan oleh minyak rem melalui slang rem untuk mendorong piston yang berada di dalam silinder caliper. Akibatnya, piston pada caliper ini mendorong pad untuk mencengkeram cakram sehingga aksi pengereman dapat terjadi. Berdasarkan jumlah pistonnya, rem cakram dibedakan menjadi dua, yaitu :
a. Tipe Satu Piston (Floating Caliper)
Pada tipe ini, tekanan hidraulik master cylinder akan mendorong ke arah kiri. Cakram bergerak berlawanan arah dengan gerak piston sehingga piringan akan terjepit.
b. Tipe Dua Piston (Fixed Caliper)
Pada tipe ini, tenaga pengereman yang terjadi adalah saat tekanan hidraulik mendorong kedua piston sehingga piston mendorong pad untuk menjepit piringan cakram. Cara kerja dari tipe ini lebih akurat, tetapi radiasi panasnya terbatas karena silinder rem berada di antara cakram dengan velg sehingga pendinginan sulit tercapai. Oleh karena itu, dibutuhkan komponen yang lebih banyak.
3. Komponen Rem Cakram
Berikut ini adalah bagian utama dari rem cakram.
a. Piringan Cakram (Disc)
Disc adalah komponen dari rem cakram yang terbuat dari besi tuang dan berfungsi untuk menerima gesekan dari brake pad saat pengereman dilakukan. Disc dihubungkan dengan roda yang berputar melalui sambungan baut. Jadi, pada saat motor berjalan dan roda berputar maka disc ikut berputar.
b. Master Cylinder
Master Cylinder berfungsi mengubah gerak tuas rem ke dalam tekanan hidrauis terhadap piston. Prinsip kerjanya dengan cara memompakan fluida dari reservoir ke kaliper rem melalui selang rem. Master Cyilinder terdiri atas reservoir tank yang berisi minyak rem. Selain itu, terdapat sistem katup searah yang berfungsi untuk menjebak fluida agar dapat dipompakan ke selang rem saat tuasnya ditekan. Ada beberapa komponen yang menempel di dalam master cylinder yaitu:
1) Sebuah bak penampung minyak rem.
2) Hendel sebagai penekan piston.
3) Pegas sebagai pemantul handel agar kembali ke posisi semula.
4) Piston atau penekan.
Gambar Master Silinder
c. Kaliper Rem
Kaliper rem adalah komponen rem yang berguna untuk menerima dan meneruskan gaya pengereman dari minyak rem untuk memberikan tekanan pada sepatu rem. Pada kaliper rem terdapat piston yang berfungsi menerima tekanan dari minyak rem dan akan bergerak maju keluar ar-rum untuk menekan sepatu rem. Konstruksi pemasangan kaliper rem adalah statis dalam ( tidak bergerak) dan kedudukannya terpisah dengan disc atau roda sehingga saat roda berputar maka kaliper rem akan diam saja.
****(Tidak perlu di Gambar)****
Gambar Kaliper Rem
d. Kampas Rem (Brake Pad)
Brake pad merupakan salah satu komponen dari sistem pengereman yang sangat penting kedudukannya. Pada brake pad melekat kampas rem atau bahan pereaksi yang bersinggungan langsung dengan disc serta menerima gaya tekan dari kaliper rem.
****(Tidak Perlu di Gambar)****
Gambar Kampas Rem
e. Pipa/Slang Rem
Pipa/selang rem merupakan saluran yang berfungsi menyalurkan tekanan hydraulic fluida dari master cylinder ke kaliper.
f. Minyak Rem
Minyak rem merupakan fluida yang berfungsi sebagai media penerus gaya pengereman dalam bentuk tekanan hidraulik (hydraulic pressure) ke brake piston pada kaliper. Penunjuk kualitas minyak rem biasanya menggunakan kode angka, yaitu DOT (Departement Of Transportation) 3, DOT 4, DOT 5. Minyak rem yang banyak digunakan pada motor standar iyalah DOT 3.


ISIKAN KEHADIRAN DENGAN MENINGGALKAN KOMENTAR
BalasHapusKELAS - NAMA (HADIR)
CONTOH : XII TBSM 1 - EKO SUPRIYADI (HADIR
Dian Apriyani xll tbsm3 hadir
BalasHapus