Perawatan dan Perbaikan Sistem Rem Pertemuan Ke-4 - Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor Kelas XII SMK
>>>Pertemuan Ke-4
BAB 2
Perawatan dan Perbaikan Sistem Rem
APERSEPSI
Suatu kendaraan dapat dikatakan baik apabila dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengendara. Semua kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, dilengkapi dengan berbagai sistem. Salah satu dari sistem itu adalah sistem pengereman. Sistem pengereman hendaknya selalu dalam kondisi baik untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya kecelakaan. Oleh sebab itu, perawatan dan pemeliharaan sistem pengereman dibutuhkan supaya sistem pengereman tetap optimal.
Rem berfungsi untuk mengurangi laju kendaraan dan menghentikan laju kendaraan. Sistem ini sangat penting karena berfungsi sebagai alat keselamatan untuk menjamin berkendara secara aman. Kendaraan tidak dapat berhenti apabila hanya dilakukan dengan pengereman mesin. Kelemahan ini harus dikurangi agar dapat menurunkan kecepatan kendaraan hingga berhenti. Kerja rem disebabkan oleh adanya gaya gesek kampas rem (brake pad) melawan gerak putar piringan (disc rotor).
A. Jadwal Perawatan dan Sumber Kerusakan Sistem Rem
1. Jadwal Perawatan Berkala Sistem Rem
Jadwal perawatan berkala sistem rem dan roda sepeda motor yang dibahas berikut ini berdasarkan pada kondisi umum. Artinya, sepeda motor dioperasikan dalam keadaan normal. Rentang operasi pemeriksaan dan perawatan berkala sebaiknya dipersingkat hingga 50% jika sepeda motor dioperasikan pada kondisi jalan yang berdebu dan pemakaian berat (diforsir). Tabel di bawah ini menunjukkan jadwal perawatan berkala sistem rem yang sebaiknya dilaksanakan demi kelancaran dan pemakaian yang hemat atas sepeda motor yang bersangkutan. Pelaksanaan servis dapat dilaksanakan dengan melihat jarak tempuh atau waktu, tinggal dipilih yang akan lebih dahulu dicapai.
Tabel 2.1 Jadwal Perawatan Berkala (Teratur) Sistem Rem dan Roda
2. Sumber Kerusakan Sistem Rem
Tabel 2.2 menguraikan permasalahan atau kerusakan sistem rem dan roda yang umum terjadi pada sepeda motor. Hal tersebut berfungsi sebagai pedoman untuk mengetahui penyebab kerusakan sistem rem dan roda dan menentukan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Tabel 2.2 Sumber-sumber Kerusakan Sistem Rem dan Roda
B. Perawatan dan Perbaikan Rem Tromol
Pada umumnya, rem tromol sepeda motor adalah rem tromol mekanik. Hampir semua sepeda motor menggunakan rem tromol mekanik untuk mengerem roda belakangnya. Sementara itu, pengereman untuk roda depan pada sebagian sepeda motor menggunakan rem cakram. Rem tromol mekanik bekerja dengan perantaraan kawat rem yang dihubungkan ke handel rem di setang kemudi. Jika handel rem ditarik, kampas rem akan mengembang sehingga bersinggungan dengan tromol bagian dalam. Pada saat mengembang sehingga bersinggungan dengan tromol bagian dalam tersebut akan terjadi perlambatan laju sepeda motor. Semakin kuat gesekannya, semakin besar perlambatannya sehingga sepeda motor berhenti.
Cara kerja rem sangat dipengaruhi oleh kekuatan gesekan yang terjadi antara kampas rem dengan tromolnya. Kekuatan gesekan tersebut sangat dipengaruhi oleh tingkat kekasaran kampas rem, tingkat kekasaran tromol, ketebalan kampas rem, kerataan permukaan dalam tromol, dan besarnya penekanan kampas terhadap tromolnya. Permukaan kampas dan tromol rem yang licin karena minyak atau air perlu dibersihkan kemudian diampelas dengan amril. Permukaan dalam tromol rem yang tidak rata harus diratakan dengan cara dibubut.
Kawat rem juga memengaruhi kerja rem tromol mekanik. Kawat yang molor akan memengaruhi celah antara kampas dan tromol rem sehingga rem perlu disetel lagi. Penyetelan rem ada pada bagian bawah dekat dengan tromol dan bagian atas pada handel rem. Keduanya harus disetel dengan baik. Pada beberapa sepeda motor tertentu, ada tanda pada tuas dekat penyetel rem tromol untuk mengetahui ketebalan kampas remnya. Jika tanda sudah menunjukkan pada batas akhir ketebalan kampas rem, kampas rem harus diganti.
1. Gangguan pada Rem Tromol
a. Daya Pengereman Lemah
1) Penyetelan rem tidak tepat
2) Tromol rem aus
3) Kampas rem aus
4) Kampas-kampas rem terkontaminasi
5) Bubungan rem aus
6) engan rem tidak terpasang dengan benar
7) Sepatu rem aus padabidang kontak dengan bubungan
8) Kabel rem macet
b. Handel Rem Lambat atau Terlalu Keras
1) Sepatu rem aus pada bidang kontak dengan bubungan
2) Kerenggangan berlebihan antara lengan rem dan bubungan
3) Pegas rem aus atau patah
4) Penyetelan rem tidak tepat
5) Tromol rem macet akibat terkontaminasi
6) Kabel rem macet
7) Kesalahan pemasangan kampas rem pada tromol.
Komentar
Posting Komentar