Perawatan dan Perbaikan Sistem Rem Pertemuan Ke-6 - Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor Kelas XII
» pertemuan Ke-6
Pada dasarnya, rem cakram (disc brake) terdiri atas cakram yang dapat berputar bersama-sama roda dan pad (bahan gesek) yang dapat menjepit cakram. Pengereman terjadi karena adanya gaya gesek dari pad-pad pada kedua sisi cakram dengan adanya tekanan dari piston-piston hidrolik. Daya pengereman rem cakram lebih baik daripada daya pengereman rem tromol. Oleh karena itu, rem cakram banyak digunakan pada roda bagian depan kendaraan. Pada waktu pengereman, semua beban kendaraan akan berpindah ke depan sehingga sistem rem bagian depan harus memilikidaya pengeremanyangkuat untuk mendapatkan hasil pengereman yang baik.
Rem cakram juga sering disebut sebagai rem piringan. Konstruksi rem cakram lebih sederhana sehingga mempermudah dalam hal perawatan dan penggantian kampasnya. Identifikasi kampas atau pad pun lebih mudah karena dengan hanya membongkar roda, kondisi pad sudah dapat diketahui. Selain itu, ketika pad akan habis maka akan timbul bunyi "cit-cit". Bunyi tersebut timbul karena gesekan piringan rotor dengan pelat indikator keausan pad rem.
Ada dua hal penting yang perlu diperhatikan dalam merawat rem cakram sepeda motor, yaitu minyak rem pada reservoir dan kondisi bantalan rem/brake pad.
Pastikan minyak rem selalu berada di atas batas minimal yang direkomendasikan. Minyak rem tidak boleh sampai habis. Tambahkan minyak rem jika habis atau berkurang. Jangan biarkan minyak rem menetes pada cat atau panel bodi sepeda motor karena dapat merusak komponen ini.
Sementara itu, brake pad merupakan bagian penting yang sering mengalami keausan karena bergesekan dengan cakram. Jika sampai terlambat mengganti brake pad yang telah aus, piringan akan ikut tergerus dan menjadi aus juga. Biaya penggantian piringan cakram ini jauh lebih besar dibandingkan brake pad. Gantilah brake pad pada saat ketebalannya kurang dari 3 mm.
Selain itu, gunakan brake pad standar yang telah teruji kualitasnya.
1. Gangguan pada Rem Cakram
a. Handel Rem Terasa Lunak
1) Ada udara palsu di dalam sistem hidraulik.
2) Ada kebocoran pada sistem hidraulik.
3) Kampas rem atau cakram rem kotor.
4) Sil piston caliper aus.
5) Sil piston silinder utama aus.
6) Kampas rem atau cakram rem aus.
7) Caliper kotor.
8) Caliper tidak bergeser dengan baik.
9) Tinggi permukaan minyak terlalu rendah.
10) Saluran minyak rem tersumbat.
11) Cakram rem bengkok atau berubah bentuk.
12) Piston caliper menyangkut atau aus.
13) Piston cylinder utama menyangkut atau aus.
14) Silinder utama kotor.
15) Handel rem bengkok.
b. Handel Rem Terasa Keras
1) Sistem rem tersumbat atau tertahan.
2) Piston caliper menyangkut atau aus.
3) Caliper tidak bergeser dengan baik.
4) Saluran minyak rem tersumbat atau tertahan.
5) Sil piston kapiler aus.
6) piston silinder utama menyangkut atau aus.
7) handle rem bengkok
c. Rem Menyangkut
1) Kampas rem/cakram rem kotor.
2) Roda tidak terpasang dengan tepat.
3) Kampas rem/cakram rem aus.
4) Cakram bengkok atau berubah bentuk. 5) Caliper tidak bergeser dengan baik.
2. Pemeriksaan dan Perbaikan Komponen Rem Cakram
a. Pemeriksaan dan Perbaikan Caliper Rem
1) Melepas caliper unit dari dudukannya
2) Mengeluarkan semua minyak rem dari saluran hidrolik rem.
3) Melepas semua komponen caliper rem, kemudian mencuci semua komponen menggunakan air bersih dan detergen
Langkah Pembongkaran Brake Caliper
a) Keluarkan minyak rem dari sistem hidraulik.
b) Lepaskan slang rem, baut nipel oli, dan ring perapat.
c) Lepaskan kampas rem.
d) Lepaskan bracket caliper dari badan caliper.
e) Lepaskan pegas kampas dan karet tutup pin slide.
f) Letakkan sebuah lap bengkel di atas piston.
g) posisikan caliper agar bisa menghadap ke bawah dan semprotkan udara bertekanan ke saluran masuk minyak rem untuk membantu mengeluarkan piston.
h) cuci bagian Caliper dengan air bersih.
5) Memeriksa permukaan dinding cylinder caliper dari cacat dan goresan. Selanjutnya, ukur diameter dalamnya pada arah sumbu X dan Y di beberapa posisi. Bandingkan hasil pengukuran dengan batas servis yang diizinkan.
6) Memeriksa kondisi piston caliper secara visual terhadap cacat maupun goresan. Selanjutnya, ukur diameternya pada arah sumbu X dan Y di beberapa
Gambar 2.11 Memeriksa Cylinder Caliper dan Caliper Piston
Langkah Perakitan Brake Caliper
a) Lapisi sil piston dan sil debu baru dengan minyak rem bersih dan pasang pada alur-alur sil di caliper.
b) Lumasi piston caliper dengan minyak rem bersih dan pasang piston ujung terbuka piston menghadap keluar.
c) Lumasi bagian dalam karet tutup pin slide dengan gemuk silikon dan pada badan caliper.
d) Pasang pegas kampas rem pada badan caliper.
e) Lapisi pin caliper dengan gemuk dan pasang bracket caliper pada caliper.
f) Pasang kampas rem dan caliper.
Perhatian!
Minyak rem dapat merusak cat dan komponen yang terbuat dari plastik.
Catatan ;
› Pastikan semua komponen dibersihkan sebelum dirakit kembali.
› Ganti dust seals dan piston seals dengan yang baru apabila keduanya dilepas.
› Lapisi dust seals dan piston seals serta piston caliper dengan minyak rem baru sebelum dipasang.
» Pertemuan Ke-7
b. Pemeriksaan dan Perbaikan Master Cylinder
1) Melepas semua komponen master cylinder rem, kemudian mencuci semua komponen menggunakan air bersih dan detergen.
Langkah Pembongkaran Master Cylinder :
a) Keluarkan minyak rem.
b) Lepaskan tutup karet piston dari piston dan silinder utama.
c) Lepaskan klip pengunci (snap ring).
d) Lepaskan piston dan pegas.
e) Bersihkan bagian dalam silinder utama, kotak regilos sapid "minyak rem, dan piston dengan minyak rem bersih.
⟩⟩Next Week....
Komentar
Posting Komentar