Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor - Pertemuan Ke-10 Perbaikan Suspensi
BAB 3
PERBAIKAN SUSPENSI
A Pengertian Suspensi
Sistem suspensi merupakan salah satu bagian pada chasis sepeda motor yang berfungsi menyerap bantingan, kejutan maupun getaran dari permukaan jalan dengan tujuan meningkatkan keamanan, kenyamanan dan stabilitas berkendaraan. Selain itu sistem suspensi juga berfungsi untuk menopang bodi & rangka sepeda motor untuk menjaga letak geometris antara bodi & roda-roda.
B. Prinsip Kerja Sistem Suspensi
Prinsip kerja sistem suspensi adalah sebagai berikut :
1) Pada saat kendaraan melewati permukaan jalan yang tidak rata, kendaraan akan nop mengalami kejutan dan getaran yang diterima roda dari permukaan jalan, kemudian kejutan dan getaran tersebut akan diteruskan oleh roda ke sistem suspensi. Pegas suspensi bereaksi dengan cara melakukan gerakan mengayun, kemudian dikembalikan lagi (rebound) ke roda, sehingga kejutan dan getaran tidak langsung diterima oleh bodi/ rangka.
2) Setelah kendaraan melewati permukaan jalan yang tidak rata, gerakan ayunan pegas tetap akan berlangsung beberapa saat walaupun kendaraan telah melewati permukaan jalan yang tidak rata. Keadaan ini akan mengakibatkan pengendaraan tidak nyaman dan berbahaya. Untuk mengatasi hal ini, peredam kejut atau (shock absorber) dipasangkan pada sistem suspensi, di mana peredam kejut akan bekerja menyerap kelebihan ayunan (osilasi) pegas sehingga pengendalian akan terasa stabil. Oleh karenanya, unit sistem suspensi biasanya merupakan gabungan/kombinasi antara pegas dan peredam kejut.
(Sumber: Modul Chassis Teknologi Sepeda Motor)
C. Jenis Sistem Suspensi Depan
Jenis sistem suspensi depan yang umum digunakan pada sepeda motor di antaranya:
1. Suspensi Bottom Link/Pivoting Link, jenis ini dipergunakan pada sepeda motor tipe cub (Leading link) dan scooter (Trailing Link) model lama, dan belakangan inisudah tidak begitu populer.
Keuntungan:
Pada saat pengereman, konstruksi link akan menaikkan bagian depan kendaraan, sehingga gejala kendaraan menukik akibat pengereman dapat diminimalisir.
Kerugian:
a. Adanya link dan engsel menyebabkan sistem suspensi ini memerlukan perawatan dan pelumasan rutin.
b. Keausan bushing pada bagian engsel link akan menyebabkan kedudukan roda miring terhadap sumbu geometrinya.
c. Kurang nyaman digunakan pada kecepatan tinggi maupun offroad.
2. Suspensi Telescopic, jenis ini paling banyak dipergunakan pada sepeda motor cc kecil sampai dengan cc sedang.
Keuntungan:
a. Tidak memerlukan perawatan ekstra seperti halnya pada sistem suspensi bottom link.
b. Kenyamanan dan keamanan pada kecepatan tinggi tetap terjaga.
Kerugian:
Bagian depan kendaraan cenderung menukik pada saat pengereman, sehingga kemungkinan pengendara terjungkal pada saat pengereman mendadak lebih besar.
Prinsip kerja suspensi telescopic:
(Sumber: Modul Chassis Teknologi Sepeda Motor)
a. Langkah Menekan (Kompresi)
Pada saat garpu telescopic (fork tube) bergerak pada posisi menekan (langkah kompresi), oli pada ruang B mengalir melalui lubang orifice pada pipa garpu menuju ruang C. Sementara itu, oli di dalam ruang Bjuga menekan free valve dan kembali ke atas menuju ruang A. Tahanan oli yang mengalir akan meredam gerakan kejut (shock absorber) pada saat gerakan menekan. Untuk kejutan yang besar atau saat garpu mendekati tekanan yang maksimal, maka bagian bawah dari ujung garpu akan tersumbat oleh "oil lockpiece", sehingga terjadi tahanan gerakan garpu secara hidrolis sebelum garpu menyentuh bagian bawah.
b. Langkah Naik (Rebound)
Pada langkah naik (rebound stroke), oli dalam ruang A mengalir menuju ruang C melalui lubang orifice yang berada pada bagian atas fork piston sehingga mengakibatkan tahanan aliran oli. Tahanan oli tersebut akan berfungsi sebagai tenaga redam (damping force) untuk mengontrol gerak naik pegas suspensi. Rebound spring akan bekerja meredam gerakan kejut dari garpu pada saat terjadi gerakan rebound yang lebih kuat. Pada saat tersebut terjadi aliran oli dari ruang C menuju ruang B, melalui lubang orifice yang berada pada bagian bawah piston fork. Catatan: Jumlah minyak peredam kejut yang kurang dapat mengakibatkan timbulnya suara hentakan ketika pipa garpu mencapai akhir dari langkah kompresi atau akhir dari rebound stroke.
Sedangkan jenis suspensi belakang yang umum digunakan pada sepeda motor menggunakan swing arm pivot sebagai penunjang dan penahan rear axle. Penggunaan swing arm pivot memberikan reaksi yang cepat pada roda untuk bervariasi di berbagai kondisi jalan, disamping itu memiliki kemampuan mengontrol gerakan roda dengan baik sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan berkendaraan.
Prinsip kerja shock absorber pada suspensi belakang:
a. Shock absorber jenis friction damper
Prinsip kerjanya sangat sederhana, di mana untuk pengganti oli sebagai peredam gerakan per dan suspensi dilakukan oleh piston yang memiliki ring non metalik (biasanya dari bahan plastik) yang dipasangkan pada bagian atas piston. Ring piston dari bahan non metalik tersebut berfungsi meredam gerakan rod yang menekan dinding bagian dalam silinder yang dilapisi oleh gemuk (grease).
(Sumber: Modul Chassis Teknologi Sepeda Motor)
Friction damper umumnya digunakan pada sepeda motor sederhana dengan CC yang kecil, dan belakangan ini sudah tidak umum digunakan.
b. Shock absorber jenis oil damper
Oil damper berfungsi mengontrol gerakan pegas suspensi (naik maupun turun) melalui lubang-lubang saluran yang terdapat pada piston damper. Gerakan menahan yang dilakukan oleh piston damper didapatkan dari oli yang meredam gerakan pegas, melalui perubahan lubang keluar masuknya oli pada saat piston bergerak turun naik.
Pada saat piston bergerak turun (menekan), oli menahan gerakan tersebut melalui sebagian besar aliran oli yang masuk melalui damping orifice, reaksi ini terjadi akibat gerakan roda yang menyentuh secara tiba-tiba bagian jalanan yang menonjol. Pada saat tekanan pegas mengembalikan rod bergerak ke atas (memanjang) gerakan tertahan dengan lembut, karena adanya tekanan oli dari damping oil melalui sebagian kecil aliran oli yang mengalir melalui lubang-lubang kecil orifice.
Gambar Shock Absorber Jenis Oil Damper
(Sumber: Modul Chassis Teknologi Sepeda Motor)
D. Jenis-Jenis Sistem Suspensi Belakang
Jenis-jenis sistem suspensi belakang sepeda motor di antaranya:
1. Tipe Swing arm
Suspensi belakang jenis swing arm memberikan kenyamanan dalam pengendaraan serta membantu daya tarik dan kemampuan mengontrol gerakanroda yang baik. Pada umumnya semua sepeda motor menggunakan sistem kerja dasar suspensi belakang seperti ini. Suspensi belakang dengan sistem dasar swing arm ini dirancang untuk beberapa jenis, bergantung dari kebutuhan sistem redamnya serta disain dari swing armnya.
2. Tipe Unit swing
Umumnya suspensi tipe unit swing dipakai pada sepeda motor yang mempunyai penggerak akhirnya (final drive) memakai sistem poros penggerak. Ada dua jenis tipe suspensi ini yaitu:
1) double suspensi dan
2) monoshock
3. Tipe Monocross Suspension
Tipe ini merupakan swing arm tetapi memiliki bentuk dan posisi bantalan dari cushion unit yang unik. Sistem monocross suspension merupakan hasil penemuan asli dari Mr. Telkens berasal dari Belgia dan sistem ini dikembangkan jauh oleh Yamaha untuk penggunaan yang praktis pada racing dan mesin sport sebaik mesin jarak jauh.
E. Diagnosa Suspensi
Cara mengatasi gangguan pada sistem suspensi sepeda motor.
F. Perbaikan Suspensi
1. Suspensi Depan
Untuk perbaikan suspensi depan langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1) Topang sepeda motor agar roda depan dapat bergerak bebas kemudian lepaskan baut dan as roda depan
2) Lepas Master Rem
3) Longgarkan baut pengikat suspensi depan
4) Lepaskan spring seat suspensi depan untuk mengeluarkan pegas
5) Lepaskan fork spring (pegas garpu). Tuangkan keluar minyak garpu dengan memompa Fork tube (pipa garpu) naik turun beberapa kali.
6) Lepaskan dust seal (sil debu)
7) Lepaskan oil seal stopper ring (cincin penahan sil oli)
8) Pegang Fork slider (peluncur garpu) di ragum dengan jepitan lunak atau dibalut oleh kain lap. Lepaskan Fork socket volt (baut socket garpu) dengan kunci hexagonal.
9) Lepaskan Fork piston dan rebound spring dari fork tube.
10) Tarik fork tube keluar dari fork slider
11) Lepaskan oil seal menggunakan alat oil seal remover yang dapat dibeli di pasar bebas.
12) Periksa pegas suspensi
13) Periksa fork tube (pipa garpu), fork slider (penggeser garpu), dan fork piston (torak garpu) terhadap tanda-tanda gerusan, dan keausan berlebihan atau tidak normal.
Periksa fork piston ring (cincin torak garpu) terhadap keausan atau kerusakan. Periksa rebound spring (pegas reaksi) terhadap kelelahan atau kerusakan. Ganti komponen-komponen Jika perlu.
14) Letakkan fork tube pada blok-V dan ukur keolengan. Korengan sebenarnya adalah ½ dari pembacaan total indikator.
15) Sebelum perakitan, cucilah semua part dengan cairan pembersih dengan titik api tinggi atau cairan pembersih yang tidak dapat terbakar dan seka sampai kering. Pasang fork tube ke dalam fork slider. Lanjutkan ke langkah berikutnya seperti kebalikan dari langkah pembongkaran.
2. Suspensi Belakang
Untuk perbaikan suspensi belakang sepeda motor selama ini masih belum dianjurkan oleh pihak pabrikan sepeda motor karena beban pemakaian yang lebih berat dibandingkan suspensi depan, sehingga pihak pabrikan sepeda motor menyarankan apabila terjadi kerusakan pada suspensi belakang sebaiknya segera dilakukan penggantian suspensi.
Komentar
Posting Komentar